sayang kalian guys... :)

sayang kalian guys... :)

Halaman

Selasa, 14 Oktober 2025

Alhamdulillah Umroh

Salah satu dari banyak hal yang Allah SWT sudah kasih ke hidup gue pada tahun ini adalah gue dan suami bersyukur bisa melaksanakan ibadah umroh, alhamdulillah.

Gak pernah gue membayangkan suatu saat nanti akan umroh, karena ya gue merasa belum pantes kesana. Walaupun kemauan pasti ada, tapi gue takut untuk bermimpi. Secara batin, gue keburu takut disana akan bagaimana. Kalau denger dari orang-orang, segala sesuatu yang kita perbuat di Indonesia akan dibalas di Baitullah. Selain itu kata orang lain, disana kita bisa hilang lah, gak bisa liat Kakbah lah, dll, dll. Yaudah gue keburu takut. Ditambah lagi, biaya untuk umroh yang mahal membuat gue semakin sadar kalau gue kayaknya ga akan bisa kesana. 

Ternyata kalkulator Allah memang beda sama makhluk-Nya. Dan semua pikiran negatif itu dijawab Allah SWT. Tahun ini gueeee umroh sama suamikkk!! Persiapan umroh ga sampe 2 bulan guys. Bener-bener ekspress kayak kereta. Masya Allah, alhamdulillah. Jadi, setelah paspor gue dan suami diperpanjang, gue langsung DP travelnya dan suntik vaksin. Vaksin yang diminta yaitu meningitis dan polio. Setelah melakukan vaksin, kami bayar lunas umroh. Disini gue ada ide untuk membuat snack untuk gue bagi-bagiin ke bocah-bocah selama di Baitullah nanti. 

Gue dan suami daftar umroh yang keberangkatan 5 Agustus 2025, ternyata malah dimajuin jadi 30 Juli 2025. Kalau orang lain kan kebanyakan dimundurin jadwal keberangkatannya ya, tapi gueeee dimajuin. Allah bener-bener baik sama gue yang banyak dosa ini. Hikzzz.  Anyway gue dan suami menggunakan jasa travel Maghfirah untuk umroh. Bagi kalian yang mau daftar umroh di travel ini, bisa hubungi gue juga ya nanti gue bisa bantu untuk daftarin. 

Vaksin meningitis (kiri tangan) & vaksin polio (kanan tangan)

Snack untuk dibagiin bocah-bocah selama di Madinah dan Mekkah, gue bikin kurleb 70pcs

Manasik
Packing umroh, ini atas rekomen kakak gue

Hari Sabtu, 26 Juli 2025 kami manasik. Dan H-1 keberangkatan, gue dan suami udah ambil cuti. Ini sebenernya buat packing dan bikin walimatussafar umrah sederhana. Tujuannya minta doa restu ke orang terdekat aja supaya dilancarkan perjalanannya. 

Hari pertama (Rabu, 30 Juli 2025)
Pas hari H, gue dan suami berangkat sekitar jam 4 subuh dari rumah ke bandara Soekarno Hatta terminal 2F (khusus umroh). Alhamdulillah lancar perjalanan, jadi nyampe bandara sebelum jam 5 subuh. Lalu ketemu tim travelnya, sholat subuh, ngumpul sama keluarga dulu sebentar, trus jam 6.00 nya gue dan suami baru masuk ke lounge untuk sarapan, kenalan-kenalan, trus boarding dan berangkat Jakarta - Madinah naik Garuda Indonesia. Masya Allah. 

Nyampe Madinah sekitar jam 14.30 wsa. Cek imigrasi Arab, lalu jalan ke hotel naik bis sekitar 20 menit. Gue dan rombongan bermalam di Hotel Maden Taiba. Sampe hotel, dikasih waktu 30 menit untuk bebersih dan ambil wudhu, lalu langsung sholat ashar di pelataran masjid Nabawi. Jarak dari hotel ke masjid Nabawi deket banget, mungkin sekitar 100 meter ya. Gue dan rombongan masuknya dari pintu 328. Cuaca di Madinah lumayan terang, sekitar 42-43 derajat kali ya. Walaupun panas tapi Yaaa Allah itu rasanya kayak gue mimpi. Masya Allah.... ga nyangka gue bisa menginjakan kaki di Masjid Nabawi. Padahal baru di pelataran masjid tapi gue mewek. 

Lalu selesai ashar, gue sempet foto-foto (difotoin sama mutowifnya) dan ke hotel untuk mandi, bebersih, dll untuk siap-siap solat magrib dan isya. Nah, waktu sholat maghrib, gue ga kebagian masuk ke dalam masjid karena mungkin gue kurang cepet, sedih banget rasanya. Jadi gue sholat di pelataran aja. Pas setelah maghrib, gue pun langsung masuk ke dalam masjid. Masya Allah gue nangis terharu. Gue rasa, jamaah yang lain juga pasti punya rasa dan pikiran yang sama kayak gue. Sambil menunggu isya, gue baca alquran dan dzikir. Ini adalah hari dan malam pertama gue merasakan sholat di dalam masjid Nabawi - Madinah. Ga akan pernah gue lupakan. Setiap kata dalam alquran yang gue baca, ada tetesan air mata haru gue. Masya Allah, alhamdulillah ya Allah.

Menunggu boarding di Bandara Soekarno Hatta

Jakarta - Madinah

Bandara Internasional Pangeran Mohammad Bin Abdul Aziz, Madinah

Pas di bis mau otw hotel, dikasih makan Albaik

Kunci kamar hotel di Madinah

Ashar di Nabawi

Suasana malam di Pelataran Nabawi

Air zam-zam di dalam Masjid Nabawi


Hari kedua di Madinah (Kamis, 31 Juli 2025).
Jadwalnya adalah gue dan jamaah lain dari travel gue, melaksanakan solat tahajud berjamaah di masjid Nabawi. Gue udah jalan dari hotel jam 3 malam. Ikhwan-ikhwan di tempat ikhwan, dan akhwat-akhwatnya juga di shaf akhwat. Kami berjamaah dengan menggunakan alat pembantu dengar (APD). Oh iya, kalau di Madinah dan Mekkah (gatau kota lain di Arab Saudi), kalau adzan itu ada enam kali ya, yaitu satu jam sebelum subuh (adzan tahajud), adzan subuh, dzuhur, ashar, maghrib, dan isya. Gue dan jamaah lainnya disini sampai waktu syuruq. Lalu kumpul ke pelataran untuk kajian sebentar sampai jam 06.00 wsa. Lalu gue dan jamaah akhwat diarahkan untuk ke Raudhah, sedangkan ikhwannya city tour ke sekitar Madinah dan mereka jadwal ke Raudhahnya nanti siang sekitar jam 11 siang.

Masya Allah di Raudhah tenang dan nyaman walaupun penuh ya. Tapi khidmat. Ga berenti nangis, berdoa, nangis, bersyukur. Jadi kayak ngebayangin, disini lhooo nabi Muhammad berlalu lalang hingga meninggal. Ini kekasih Allah lhooo yang dimakamin disitu bersama dua orang sahabatnya, yaitu Umar Bin Khattab dan Abu Bakar As Shiddiq. Beliau lho yang duluuuu berjuang untuk agama Islam, dan gue sekarang berada di samping makam itu. Masya Allah. Sedikit saran dari muthawifah kami, ketika sudah di dalam Raudhah, kita lebih baik sholat sunnah mutlak 2 rakaat (boleh sholat hajat ataupun sholat taubat), lalu perbanyak doa ketika sujud terakhir, supaya tidak diusir askar atau penjaga masjid :D

Setelah dari Raudhah, gue balik ke hotel, ternyata suami udah di dalam kamar. Beliau istirahat sebentar sembari nunggu jam 10.30 wsa untuk kumpul dan jalan ke Raudhah bersama jamaah ikhwan lain. Selama suami dan jamaah ikhwan ke Raudhah, gue dan akhwat-akhwat jalan di sekitar hotel sembari nyobain kopi Kifa (katanya sih lagi hits). Setelah itu, kami sholat dzuhur, makan siang, istirahat sebentar, solat ashar, jalan-jalan deket situ, bebersih mandi, solat magrib, isya, yaa begitu aja kerjaannya ya selama di Madinah hehehe. Happy karena banyak ibadahnya.

Setelah solat subuh

Selesai subuh di Nabawi

Masjid Nabawi

Allahumma sholli 'ala sayyidina Muhammad 

Raudhah

Nyobain Kopi Kifa harganya 20 riyal = Rp. 95.000

Dapat takjil dari Masjid Nabawi


Hari ketiga di Madinah (Jumat, 1 Agustus 2025).
Hari ini jadwalnya city tour ke masjid Quba, Jabal Uhud, Jabal Tsur, dan kembali lagi ke masjid Nabawi untuk sholat Jumat. Alhamdulillah bisa merasakan sholat Jumat di tanah suci. Dan malam ini merupakan malam terakhir gue dan rombongan berada di Madinah karena besok akan berangkat ke Mekkah. Rasanya sedih banget. Setelah maghrib, suamik merasa badannya gak enak. Kecapean kayaknya ya karena kan kurang istirahat dan mimisan. Ini sebenernya gue ngerasain kemarin dan mimisan, tapi mimisannya gak banyak. Akhirnya gue dan suami minum Adem Sari yang kebetulan gue bawa dari Jakarta. Iyaaa, kami panas dalam. Maklum, kalau siang Madinah bersuhu sekitar 42-43 derajat celcius. Subhannallah. Karena dirasa drop malam ini, jadinya gue dan suami gak bisa sholat di mesjid, hiks. Kami akhirnya sholat di hotel, makan malam, dan istirahat biar besok badan lebih enak.

Masjid Quba dari kejauhan

Masjid Quba di shaf ikhwan

Gunung Rumat (Jabal Rumat)

Jabal Uhud 

Kajian sore di Pelataran Masjid Nabawi

Depan salah satu pintu di Masjid Nabawi yang lagi viral



Hari keempat (Sabtu, 2 Agustus 2025)
Seperti hari lalu, kita ibadah solat tahajud dimulai sekitar pukul 3.00 wsa sudah sampai masjid Nabawi. Alhamdulillah badan sudah terasa baik. Gue pandangin setiap sudut disini karena nanti siang sudah harus jalan ke Mekkah untuk melaksanakan umroh. Dan yaa.. ba'da dzuhur setelah check out, kita langsung jalan ke mesjid Dzul Hulaifah atau Biir Ali untuk mengambil Miqat. Dari hotel di Madinah sudah berpakaian sesuai, yaitu laki-laki pakai kain ihram dan perempuan berpakaian tertutup seperti mau solat.  Kami serombongan naik bus menuju Biir Ali lalu ke stasiun kereta cepat untuk menuju ke Mekkah sambil bertalbiah. Masya Allah, Allahu Akbar. Bersyukur banget ada di kesempatan ini.

Perjalanan menggunakan kereta cepat berlangsung kurang lebih 2jam. Setelah sampai Mekkah, lanjut lagi menggunakan bis untuk ke hotel. Gue kebetulan nginep di Hotel Address Jabal Omar. Hotel ini merupakan hotel baru dan memiliki mushola tertinggi (lantai 36). Untuk ke Kakbah bisa berjalan kaki atau disediakan bis yang setiap saat bisa mengantarkan penumpang. Setelah sampai di hotel, kami makan di resto hotel terlebih dahulu. Lalu istirahat sebentar atau bebersih. Dan ingat yaa kalau sudah ambil miqot seperti ini, tidak diperbolehkan menggunakan wewangian atau bercumbu mesra dengan pasangan. Sekitar jam 21.00wsa, kami kumpul di lobby dan bersama-sama menuju Masjidil Haram (Kakbah). Kami masuk pintu 79 Masjidil Haram (melewati WC 6 dan WC 7). Pas disini gue tuh jadi merasa kecil banget dan ngomong dalam hati "kira-kira gue mampu gak ya disini, kalau pas di Madinah kan gue berani ngacir sendiri. Kalau di Mekkah merasa takut aja gitu. Beneran takut karena beda suasananya. Disini merasa kecil banget gueee, mampukanlah Ya Allah".

Setelah masuk pintu 79 Masjidil Haram, gue deg-degan banget, laluuu... Masya Allah itu hitam-hitam kakbah sudah terlihat. Makin dekat.. dekat.. dekat.... Argh.. gaak menyangka gue bisa diundang kesini dan melalui proses sangat mudah. Masya Allah, Alhamdulillah.

Kami akhirnya melaksanakan ibadah umroh yaitu : tawaf 7x putaran lalu sholat sunnah di belakang Maqom Ibrahim. Gue dan rombongan ga berenti-berentinya nangis terharu, bersyukur, dan meminta semua hajat-hajat dikabulkan. Setelah sholat sunnah, lanjut minum air zam-zam dahulu sambil mengarah ke depan Kakbah. Setelahnya kami mulai sa'i (berjalan dari Safa ke Marwah sebanyak 7x). Setelahnya, kami ke barber shop di dalam Sofwah Mekkah (ini tempat perbelanjaan di sekitar Kakbah). Jadi jemaah laki-laki dicukur rambut di barber shop, sedangkan perempuannya dianjurkan dipotong rambutnya di hotel oleh mahromnya. Disini potong rambut tuh cepet banget, sat set, hahahha soalnya mungkin kebanyakan botak atau rambut disisa 1 cm. Harga untuk cukur rambut yaitu SAR10. 

Puas-puasin foto di Madinah pas subuh, sebelum ke Mekkah

Masjid Biir Ali

Kereta cepat Madinah - Mekkah (Haramain High-speed Railway)

Kereta cepat Madinah - Mekkah (Haramain High-speed Railway)

Ini adalah pemandangan menuju Kakbah dan sudah terlihat di depan mata

Selesai tawaf

Sholat sunnah tawaf

Sa'i

Selesai tahalul dan umroh


Hari kelima (Minggu, 3 Agustus 2025)
Jadi, hari ini bebas waktunya. Maksudnya gak ada agenda resmi dari travelnya. Semalam, selesai umroh sekitar jam 1 atau 2 dini hari. Jadi subuh gue dan suami sholat subuh di kamar hotel, istirahat sebentar, paginya sarapan, dan lanjut jalan-jalan berdua sekitar hotel. Masya Allah. Happy banget. Padahal disini tu puanas banget tapi banyak angin. Mungkin suhunya mirip di Madinah sekitar 42-43 derajat ya. Tapi jujur aja ga merasa keringetan. Masya Allah. 

Sholat dzuhurnya nyoba sholat di mushola tertinggi di hotel ini (lantai 36) dan terlihat Kakbah langsung dari sini. Masya Allah. Kami istirahat sebentar lagi di kamar hotel dan ashar sholat di dalam Masjidil Haram (mesjidnya lantai 2). Setelah-nya, gue dan rombongan pergi ke Jabal Khuday dan Jabal Khandama. Yaudah kami foto-foto dan melihat sunset dari atas bukit. Masya Allah. Pulangnya langsung sholat magrib. Malam harinya pas isya sholat di pelataran Masjidil Haram.

foto di bawah hotel Address Jabbal Omar

Pemandangan ke arah Baitullah

Musolah lt 36 Hotel Address Jabal Omar

Pintu yang selalu kami datangi menuju Kakbah

Masjid Lt. 2 (dari kamera gue di bagian akhwat)

Di dalam masjid Lt.2 (dari kamera suami, di bagian ikhwan)

Zam-zam Tower

Zam-zam Tower

Jabal Khandama

Hari keenam (Senin, 4 Agustus 2025)
Hari Senin ini jam 03.00 wsa, gue dan suami sudah siap berpakaian rapi untuk ibadah. Karena sekarang peraturannya laki-laki harus menggunakan kain ihram kalau mau sholat di dekat Kakbah, jadilah suami pakai kain ihram dan gue pakai pakaian sholat. Akhirnya kami berdua berangkat ke Masjidil Haram. Seperti yang gue bilang, gue kemarin merasa takut untuk masuk ke Masjidil Haram (ke posisi dekat Kakbahnya). Takut disini maksudnya tuh karena beda suasana kayak di Madinah. Gue sepanjang jalan dari kamar hotel ke lobby hotel berdoa "Yaa Allah mampukan dan beranikan kami, bagaimana caranya sholat dekat Kakbah atau sholat terlihat Kakbah, kami sudah disini yaa Allah". Intinya kami nekat tanpa tim travel untuk sholat berdua di area Kakbah. 
Pas sampe lobby dan naik shuttle bus, gue ketemu teman satu rombongan yaitu Bu Eni dan satu anaknya yang kuliah di Cairo (setidaknya dia bisa bahasa Arab kalo amit-amit tersesat). Yaa Allah,  terjawab pelan-pelan doa gue untuk dimudahkan ibadah deket Kakbah. Yaudah akhirnya kami bareng-bareng ibadah (dari sholat tahajud sampai sholat dhuha) di dekat Kakbah. Alhamdulillah ini menjadi pelajaran buat gue dan suami -seperti ini lho kita bisa menuju dekat Kakbah-. Dan hari-hari selanjutnya gue insya Allah gak takut lagi. 

Sekedar tips : gue sebelum berangkat umroh, menghapalkan bagian-bagian Kakbah. Setiap sudutnya ada namanya yaitu Hajar Aswad, Rukun Iraqi, Rukun Syami, Rukun Yamani. Gunanya apa? jadi itu sebagai patokan gue dan suami untuk ketemu lagi setelah selesai sholat. disana kan terkadang ada shaf laki-laki dan perempuan yang terpisah, jadi yaudah buat janjian ketemunya disebelah manaa gitu. Kalau patokannya dengan nama-nama Gate/pintu, gue ga begitu hapal nama-nama pintunya. Tapi sekilas tau, misal masuknya dari Gate Fahd, letaknya di sebelah situ, jadi nanti pas pulang gue pun keluarnya juga dari Gate itu. Dan alhamdulillah sih sejauh ini aman. 
Kayak waktu gue dan suami sholat magrib, jadi kami berpisah karena shaf laki-laki ga gabung sama perempuan. Jauuuuh banget menurut gue. Askar (penjaga) ngarahin kalau laki-laki di depan lebih dekat kakbah, sedangkan perempuan di lorong-lorong (sedih banget gue pas disini karena sholat ga keliatan Kakbahnya). Yaudah pas selesai sholat, gue nyamperin suami di tempat yang gue udah instruksikan "depan multazam yaaa". Alhamdulillah ketemu disana dan gak nyasar. 

Allah Maha Baik, jadi ketika awalnya gue menginjakan kaki di Mekkah tepatnya di pelataran Kakbah, gue merasa takut,  jadi lebih berani, sampai akhirnya memegang berbagai sisi Kakbah dan Maqom Ibrahim.  

Paginya sekitar jam 8.00wsa gue dan rombongan travel, citytour ke Padang Arafah dan sekitarnya termasuk ke Gua Hira, Gua Tsur, Jabal Rahmah, Mina, dan Muzdalifah. Selain ke tempat tersebut, kami juga ke kebun kurma. Disana ada yang menjual berbagai macam jenis kurma dan lain-lain. Dan kebetulan staf yang berjualan di sini orang Bandung hahahha. Selain itu kami mengunjungi Kota Thaif. Kota Thaif itu letaknya seperti Puncak Bogor atau di pegunungan. Perjalanan ke kota Thaif sekitar 1,5-2 jam. Sebenarnya jadwal ke Kota Thaif itu hari Selasa tapi kami request biar hari Senin khusus city tour supaya Selasanya bisa fokus ibadah lagi. Seharusnya di kota Thaif ini kami bisa naik wahana kereta gantung yang bernama Al Hada Cable Car, namun qadarullah wahana ini ditutup sementara. Alasannya karena sebagai tindakan pencegahan setelah insiden di wahana lain pada area tersebut yang menyebabkan kecelakaan. Jadi di kota Thaif kami hanya makan-makan, foto-foto, dan belanja-belanja. Selain itu kami juga mengunjungi pabrik parfum. Wilayah kota Thaif lebih sejuk ketimbang kota lain dan alhamdulillah kami merasakan hujan di daerah ini. 

Subuh 

Kakbah

Jabal Rahmah, foto ini diambil dari sosmed Maghfirah

Mina

Thaif

Makan kebuli

Pabrik penyulingan bunga mawar di Thaif


Hari ketujuh (Selasa, 5 Agustus 2025)
Seperti kemarin, gue dan suami jam 03.00wsa sudah ngacir ke Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat tahajud. Alhamdulillah dapat shaf yang kelihatan Kakbahnya. Padahal diinfokan di grup WA rombongan travel, kalau ada sholat tahajud berjamaah bersama rombongan di mesjid lantai 2 ngumpulnya jam 04.00wsa. Tapi gue dan suami ngacir duluan. Kenapa gue dan suami gak ikut rombongan? Karena mau memaksimalkan kesempatan kami disini. Rombongan sholat di  ruangan mesjid lantai 2 dan gak terlihat Kakbah-nya. Sedangkan gue dan suami nyari shaf yang kelihatan Kakbah. Bukannya gimana-gimana, gue dan suami emang kepengennya ibadah selalu menatap Kakbah jadi sebisa mungkin nyari shaf yang terlihat Kakbahnya. Syukur-syukur kalau selantai dengan Kakbahnya. Tapi kalau pun engga, sebisa mungkin cari yang terlihat Kakbahnya. Nah kalau di lantai 2 kan kayak di mesjid Indonesia suasananya. 

Setelah tahajud, kita sholat subuh dan berkumpul di selurusan Hajar Aswad untuk tawaf sunnah. Setelah tawaf sunnah, acara bebas. Yaudah gue dan suami mulai 'war' ke depan Kakbah lagi. Pegang Kakbah, nangis-nangis, gak tau ya kalau disini tiada hari tanpa nangis-nangis terharu. Kayak merasa 'pulang' padahal baru pertama kali kesini. Masya Allah banget.

Gue kepengen banget sholat di Hijr Ismail, tapi qadarullah pas gue di dekat situ pas ga dibuka-buka. Tapi Allah kasih mudah gue dan suami untuk sholat nempel di dinding Hijr Ismail. Padahal kan ada yang tawaf yaa, tapi merasa digampangin aja sama Allah, itu yang tawaf gak nginjek-nginjek gue. 
Ini semua berlangsung seharian sih. Balik ke hotel cuman mau makan sama mandi aja. Bener-bener diusahakan full ibadah, iyaaaaah mumpung disini. Ini badan kalau di Jakarta suka merasa capek, tapi di sini, gue merasa bener-bener strong. Alhamdulillah.

Dzuhur dan ashar alhamdulillah gue dan suami bisa sholat di depan multazam.
Malam harinya setelah sholat isya, gue dan suami belanja di sekitaran Masjidil Haram. Sedikit oleh-oleh untuk keluarga tersayang.

Memandangi Kakbah

Di dekat Hijr Ismail

Sholat selurusan Multazam

Mau ke arah luar (pintu 79 - Gate King AlFahd)
 

Situasi pas shalat maghrib di shaf ikhwan.

Pintu 79


Hari kedelapan (Rabu, 6 Agustus 2025)
Seperti kemarin lagi, jam 03.00wsa gue dan suami sudah nangkring di Masjidil Haram untuk melaksanakan sholat tahajud sampai sholat subuh. Ambil shafnya yang kelihatan Kakbah. Sedangkan rombongan lain, berjamaah di mesjid lantai 2. Setelahnya, kami Tawaf Wada. Mewek semewek-meweknya. Huwaaaaa. Gue disini sampai hampir jam 10.00 wsa kali ya. Padahal diminta sama tim travel untuk menaruh barang-barang yang mau dimasukin ke bagasi, di depan kamar hotel. Bagi yang sudah, diminta untuk konfirmasi dengan mengirimkan  foto ke grup WA. Nah milik gue dan suami, konfirmasi ke wa grupnya paling akhir ahahhaha. 

Setelah selesai semua, kami sholat berjamaah di mushola menghadap kakbah di lantai 36 hotel Address Jabal Omar. Setelah itu makan siang, berangkat ke Museum Al quran, lalu ke Jeddah dan pulang ke Indonesia. Terasa sangat cepat sekali.

Setelah tawaf wada, duduk2 disini. Ga berenti nangis dan merasa ga mau pulang ke Jakarta.
Hiks sedih banget pokoknya

Abis tawaf wada, ada yang fotoin, mahasiswa Cairo orang Indonesia, baik banget. 

Ini pas mau ke museum Al Quran

Ini pas mau ke museum Al Quran

Museum Al Quran

Museum Al Quran

Bye.. Hotel Address Jabal Omar :'(

Bye.. Hotel Address Jabal Omar :'(

Kenangan kunci hotel selama di Mekkah - Madinah


Hari kesembilan (Kamis, 7 Agustus 2025)
Jeddah pukul 00.00 wsa mulai take off menuju Indonesia menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Gue sama suami bablas tidur ga ke toilet-toilet hehehhe. Bangun karena makan doank dan kaget ada turbulensi sebentar. Sekitar jam 14.30 wib sudah sampai bandara Soekarno Hatta, Indonesia. Cek imigrasi dan menunggu bagasi sekitar 40 menit dan akhirnya perpisahan. Ya Allah alhamdulillah sehat selamat tanpa kurang apapun.

Well, tulisan gue ini hanya untuk curhat dan untuk menjadi kenangan manis. Sangat amat berharap bisa kembali ke Baitullah lagi suatu saat nanti bersama keluarga besar. Aamiin YRA. Begitupun semoga teman-teman yang sempat membaca ini, bisa diundang juga ke Baitullah. Aamiin YRA.

Pergi hanya 9 hari namun dampaknya sangat amat berubah. Gue dan suami menjadi lebih peka akan hati dan rasa syukur yang sangat amat besar. Jujur, umroh ini ternyata salah satu ibadah romantis yang pernah gue rasakan. Romantis kepada Allah dan romantis kepada suami gue. Ketika sudah di rumah, rasanya kayak mimpi masih ada di Madinah-Mekkah. Gagal move on. 

Setiap melihat postingan atau foto/video kami selama di Baitullah, gue nangis... Kangen.. 
Sampe gue nulis blog ini juga masih keinget jelas situasi selama disana. Padahal kan udah beberapa bulan yang lalu yah perginya hehehe. 

Sekian.


Ini rombongan kami mau boarding, difotoin sama salah satu mutawif

Jeddah - Jakarta, dapat kursi dekat jendela

Sunrise dari pesawat. Ini gue lupa sampe mana, kayaknya masih setengah perjalanan

Landing (kaca pesawatnya burem)

Ambil barang melewati Bea Cukai

Sampai di Bandara Soekarno Hatta dapat bingkisan air zam-zam & foto kanvas dari travel

Kenang-kenangan id card umroh