Pengertian Kepribadian
Secara etimologis kepribadian berasal dari bahasa Yunani yaitu persona artinya topeng dan personare artinya menembus. Hal ini menunjukkan suatu atribut tentang individu atau untuk menggambarkan apa, mengapa, dan bagaimana tingkah laku manusia.
Berdasarkan definisi dari Allport, Kretch, dan Crutchfield pengertian kepribadian yaitu :
1). Merupakan kesatuan yang kompleks, yang terdiri dari aspek psikis yaitu inteligensi, sifat, sikap, minat, cita-cita dll, serta aspek fisik yaitu bentuk tubuh, kesehatan jasmani, dll.
2). Kesatuan aspek tsb berinteraksi dengan lingkungannya yang mengalami perubahan terus-menerus dan akhirnya terwujudlah pola tingkah laku yang khas dan unik.
3). Bersifat dinamis yaitu selalu mengalami perubahan tetapi terdapat pola-pola yang bersifat tetap
4). Kepribadian terwujud berkenaan dengan tujuan yang dicapai oleh individu.
Konsep Kepribadian
Konsep kepribadian menurut Alwisol, 2005 : 8-9 yaitu :
1). Character / karakter yaitu penggambaaran tingkah laku dengan menonjolkan nilai (benar-salah, baik-buruk) baik secara eksplisit maupun implisit
2). Temperament / tempramen yaitu kepribadian yang berkaitan erat dengan determinan biologis atau fisiologis
3). Traits / sifat-sifat yaitu respon yang senada atau sama terhadap sekelompok stimuli yang mirip, berlangsung dalam kurun waktu lama
4). Type attribut / ciri, mirip dengan sifat, namun dalam kelompok stimuli yang lebih terbatas
5). Habit (kebiasaan) yaitu respon yang sama dan cenderung berulang.
Usaha-usaha untuk Mempelajari Kepribadian
Ada beberapa pengetahuan yang menjelaskan kepribadian secara spekulatif. Pengetahuan seperti ini disebut juga ilmu semu (pseudo science). Yang termasuk ilmu-ilmu semu antara lain sebagai berikut (Sumadi Suryabrata, 2005: 7-8) :
1). Chirologi, yaitu pengetahuan yang berusaha mempelajari kepribadian manusia berdasarkan gurat-gurat tangan.
2). Astrologi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar dominasi benda-benda angkasa terhadap apa yang sedang sedang terjadi di alam, termasuk waktu kelahiran seseorang.
3). Grafologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar tulisan tangan.
4). Phisiognomi, adalah pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan wajah.
5). Phrenologi, merupakan pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian berdasarkan keadaan tengkorak.
6). Onychology, pengetahuan yang berusaha menjelaskan kepribadian atas dasar keadaan kuku.
Tipologi
Tipologi adalah pengetahuan yang berusaha menggolongkan manusia menjadi tipe-tipe tertentu atas dasar faktor-faktor tertentu, misalnya karakteristik fisik, psikis, pengaruh dominant nilai-nilai budaya, dst.
1). Macam-macam Tipologi :
a. Tipologi Hippocates Gallenus, bahwa alam semesta beserta isinya ini tersusun dari 4 unsur dasar yaitu : tanah (kering), air (basah), udara (dingin), dan api (panas)
b. Tipologi Viola (didasarkan pada bentuk tubuh) :
- Tipe Microsplanchnis, yaitu bentuk tubuh yang ukuran menegaknya lebih dari pada perbandingan biasa, sehingga yang bersangkutan kelihatan jangkung.
- Tipe Macrosplanchnis, yaitu bentuk tubuh yang ukuran mendatarnya lebih dari pada perbandingan biasa, sehingga yang bersangkutan kelihatan pendek.
- Tipe Normosplanchnis, yaitu bentuk tubuh yang ukuran menegak dan mendatarnya selaras, sehingga tubuh kelihatan selaras pula.
c. Tipologi Sigaud (berdasarkan 4 macam fungsi tubuh) :
- Tipe muskuler. Tipe ini dimiliki oleh orang fungsi motoriknya paling menonjol dibanding fungsi tubuh yang lain, dengan cirri khas : tubuh kokoh, otot-otot berkembang dengan baik, dan organ-organ tubuh berkembang secara selaras.
- Tipe respiratoris. Tipe ini ada pada orang yang memiliki fungsi pernafasan yang kuat dengan ciri-ciri : muka lebar serta thorax dan leher besar.
- Tipe digestif. Tipe digestif terdapat pada orang yang memiliki fungsi pencernaan yang kuat dengan ciri-ciri : mata kecil, thorax pendek dan besar, rahang serta pinggang besar.
- Tipe cerebral. Tipe keempat dari tipologi Sigaud ada pada orang yang memiliki susunan saraf sentral yang kuat disbanding fungsi tubuh lainnya dengan cirri-ciri : dahi menonjol ke depan dengan rambut ditengah, mata bersinar, daun telinga lebar, serta kaki dan tangan kecil.
2). Tipologi Temperamen :
Maksudnya adalah yang disusun berdasarkan karakteristik segi kejiwaan. Yang dipakai para tokoh untuk mengembangkan tipologi temperamen adalah emosi, daya pikir, kemauan dan lain-lain. Berikut yang tergolong tipologi jenis ini yaitu : a. Tipologi Plato
Kemampuan jiwa manusia ada 3 macam yaitu pikiran (contoh sesuai untuk yang menjadi pemimpin dalam pemerintahannya), kemauan (sesuai untuk menjadi tentara), dan hasrat (cocok untuk menjadi pekerja tangan)
Kemampuan jiwa manusia ada 3 macam yaitu pikiran (contoh sesuai untuk yang menjadi pemimpin dalam pemerintahannya), kemauan (sesuai untuk menjadi tentara), dan hasrat (cocok untuk menjadi pekerja tangan)
b. Tipologi Heymans
Manusia memiliki tipe keperibadian yaitu : emosionalitas, proses pengiring, dan aktivitas
Manusia memiliki tipe keperibadian yaitu : emosionalitas, proses pengiring, dan aktivitas
3). Tipologi Berdasarkan Nilai Kebudayaan
Dikembangkan oleh Eduard Spranger. Spranger menyatakan bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai yang digolongkan menjadi 2 kelompok :
a. Bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai individu : pengetahuan, ekonomi, kesenian, keagamaan.
b. Bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat : kemasyarakatan dan politik.
Dikembangkan oleh Eduard Spranger. Spranger menyatakan bahwa kebudayaan merupakan sistem nilai yang digolongkan menjadi 2 kelompok :
a. Bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai individu : pengetahuan, ekonomi, kesenian, keagamaan.
b. Bidang yang berhubungan dengan manusia sebagai anggota masyarakat : kemasyarakatan dan politik.
Teori Kepribadian
Teori kepriadian adalah sekumpulan anggapan atau konsep-konsep yang satu sama lain berkaitan mengenai tingkah laku manusia.
Kepribadian Menurut Paradigma Psikodinamika
1). Teori Psikoanalisis
Teori Psikoanalisis dikembangkan oleh Sigmund Freud. Psikoanalisis dapat dipandang sebagai teknik terapi dan sebagai aliran psikologi.
2). Teori Psikologi Individual
Tokoh yang mengembangkan teori psikologi individual adalah Alfred Adler (1870-1937), yang pada mulanya bekerja sama dengan dalam mengembangkan psikoanalisis. Karena ada perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan akhirnya Adler keluar dari organisasi psikoanalisis dan bersama pengikutnya dia mengembangkan aliran psikologi yang dia sebut Psikologi Individual (Idividual Psychology).
Tokoh yang mengembangkan teori psikologi individual adalah Alfred Adler (1870-1937), yang pada mulanya bekerja sama dengan dalam mengembangkan psikoanalisis. Karena ada perbedaan pendapat yang tidak bisa diselesaikan akhirnya Adler keluar dari organisasi psikoanalisis dan bersama pengikutnya dia mengembangkan aliran psikologi yang dia sebut Psikologi Individual (Idividual Psychology).
3). Teori Psikologi Analitis
Psikologi analitis merupakan aliran psikologi dinamis yang dikembangkan oleh Carl Gustav Jung (1975 – 1959). Sama halnya dengan Adler, Jung semula juga merupakan sahabat Freud dan termasuk tokoh terkemuka dalam organisasai psikoanalisis. Dan kerana perbedaan pendapat pula keduanya lalu berpisah. Jung kemudian mengembangkan aliran psikologi yang dia beri nama Psikologi Analistis.
Psikologi analitis merupakan aliran psikologi dinamis yang dikembangkan oleh Carl Gustav Jung (1975 – 1959). Sama halnya dengan Adler, Jung semula juga merupakan sahabat Freud dan termasuk tokoh terkemuka dalam organisasai psikoanalisis. Dan kerana perbedaan pendapat pula keduanya lalu berpisah. Jung kemudian mengembangkan aliran psikologi yang dia beri nama Psikologi Analistis.
Kepribadian Menurut Paradigma Behavioristik
Teori Kepribadian Skinner
a. Tingkah laku itu mengikuti hukum tertentu (behavior is lawful). Ilmu adalah usaha untuk menbemukan keteraturan, menunjukkan bahwa peristiwa tertentu berhubungan secara teratur dengan peristiwa lain.
b. Tingkah laku dapat diramalkan (behavior can be predicted). Ilmu bukan hanya menjelaskan tetapi juga meramalkan. Bukan hanya menangani peristiwa masa lalu tetapi juga masa yang akan dating. Teori yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dilakukannya prediksi mengenai tingkah laku yang akan dating dan menguji prediksi itu.
c. Tingkah laku dapat decontrol (behavior can be controlled). Ilmu dapat melakukan antisipasi dan menentukan / membentuk tingkah laku seseorang .
b. Tingkah laku dapat diramalkan (behavior can be predicted). Ilmu bukan hanya menjelaskan tetapi juga meramalkan. Bukan hanya menangani peristiwa masa lalu tetapi juga masa yang akan dating. Teori yang berdaya guna adalah yang memungkinkan dilakukannya prediksi mengenai tingkah laku yang akan dating dan menguji prediksi itu.
c. Tingkah laku dapat decontrol (behavior can be controlled). Ilmu dapat melakukan antisipasi dan menentukan / membentuk tingkah laku seseorang .
Kepribadian Menurut Psikologi Humanistik
1). Teori Abraham Maslow
Menurut Maslow, holisme menegaskan bahwa organisme selalu bertingkah laku sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagian atau komponen yang berbeda. Jiwa dan tubuh bukan dua unsur yang terpisah tetapi bagian dari suatu kesatuan, dan apa yang terjadi pada bagian yang satu akan mempengaruhi bagian yang lain.
Menurut Maslow, holisme menegaskan bahwa organisme selalu bertingkah laku sebagai kesatuan yang utuh, bukan sebagai rangkaian bagian atau komponen yang berbeda. Jiwa dan tubuh bukan dua unsur yang terpisah tetapi bagian dari suatu kesatuan, dan apa yang terjadi pada bagian yang satu akan mempengaruhi bagian yang lain.
2). Teori Carl Rogers
Tokoh psikologi humanistik selain Abraham Maslow, adalah Carl Rogers. Rogers (1902-1987) menjadi terkenal berkat metoda terapi yang dikembangkannya, yaitu terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). Tekniknya tersebar luas di kalangan pendidikan, bimbingan, dan pekerja sosial. Rogers sangat kuat memegang asumsinya bahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubah, subjektif, proaktif, heterostatis, dan sukar dipahami (Alwisol, 2005 : 333).
Tokoh psikologi humanistik selain Abraham Maslow, adalah Carl Rogers. Rogers (1902-1987) menjadi terkenal berkat metoda terapi yang dikembangkannya, yaitu terapi yang berpusat pada klien (client-centered therapy). Tekniknya tersebar luas di kalangan pendidikan, bimbingan, dan pekerja sosial. Rogers sangat kuat memegang asumsinya bahwa manusia itu bebas, rasional, utuh, mudah berubah, subjektif, proaktif, heterostatis, dan sukar dipahami (Alwisol, 2005 : 333).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar